Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Balada Hijrahku

Gambar
  Dulu, saya paling anti pakai rok, ah, apalagi pakai rok panjang, bakalan jadi ribet njelimet, susah mau beraktivitas. Ke mana-mana suka pakai celana jeans yang modelnya pensil. Lebih santai, simpel, pokoknya lebih gampang juga buat dipadukan sama baju atasan apa saja. Biasanya, saya pakai kemeja yang panjangnya tanggung, sampai pinggul, tidak menutupi bokong, pakai kerudung tipis dan nerawang, serba ketat, serba kecil, serba-serbi kayak serabi, tapi nggak enak dilihat apalagi dimakan. Beruntung saya bertemu sama senior yang dengan susah payah menyesatkan, husttt, maksudnya menyesatkan ke jalan yang benar. Setiap kali berpapasan, diajak untuk ikut kajian, ikut diskusi, diarahkan untuk mentoring  atau istilahnya liqo’, (baca:sekumpulan beberapa perempuan dalam satu lingkaran untuk sama-sama belajar menambah pengetahuan agama).Dan ikut kegiatan-kegitan sosial, amal, dan ibadah lainnya. Setelah beberapa kali ikut liqo’ , keinginan untuk ikut-ikutan berhijab mulai muncul, ap...

Bagaimana Caranya Menjaga Kewarasan?

Gambar
Sumber gambar:  https://www.pinterest.de/pin/445926800584613382/ Hidup selalu punya pilihan, bahkan tidak memilih adalah pilihan. Jika langkah telah ditentukan, tentu ada ujian, ada sesuatu yang mungkin menjadi risiko. Dan lawan terberat dalam menjalani hidup adalah diri sendiri. Setiap manusia memiliki cerita hidup masing-masing. Seseorang seharusnya tidak berhak mencampuri urusan orang lain tanpa diminta. Kecuali pada kasus tertentu untuk tujuan kemaslahatan. Bukankah kehidupan ini terasa menyenangkan jika demikian? Skenario terbaik kisah manusia adalah takdir yang sudah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambanya. Sebab itu, aku terus belajar untuk bersyukur dalam keadaan bagaimanapun. Pikiran negatif yang menyerang setiap hari harus segera dihadang, meski tak jarang aku tumbang karenanya. Tapi semuanya belum berakhir, perjuangan berlanjut. “Ya Rabb, bantulah aku untuk tak berputus asa atas RahmatMu.” ***        ...

Disebut Bisa Meramal Lantaran Lulusan Sarjana Psikologi

Gambar
Sumber: pintaram.com Sob, kamu punya pengalaman serupa nggak? "Eh kamu anak psikologi bisa ngebaca aku ya?" Hadeuh 😒  Sebenarnya enggak heran kalau banyak orang beranggapan 'anak psikologi' itu punya ilmu untuk mengetahui batin atau jiwa seseorang. Karena memang psikologi adalah ilmu tentang perilaku, mengkaji fungsi dan proses mental manusia secara ilmiah. Ilmiah ya, jadi ada tahapan tes yang dilakukan sebelum sampai pada simpulan menginterpretasikan seseorang. Jadi bukan dengan cara melihat sekejap langsung bisa mengetahui misal kepribadian seseorang atau mengetahui kisah cintanya sudah dikhianati berap kali.  Meskipun sebagai pendukung tes psikologi, ilmu fisiognomi juga kita perlukan. Ilmu tentang melihat karakter seseorang lewat wajah. Kepiawaan dalam ilmu ini tentunya sangat berpengaruh dari banyaknya jam terbang dalam melakukan banyak penelitian. Di sisi lain yang disebut 'anak psikologi' dituntut untuk bisa mengerti ora...

Diri yang Sedang Dihampiri Bosan

Gambar
Sumber: id.aliexpress.com Turk, tahun-tahun belakangan ini sangat membosankan. Aktivitasku selalu sama. Bertemu dan melakukan hal yang itu lagi, itu lagi. Rasanya bumi ini memang selebar daun keladi. Dan aku adalah kurcaci yang terperangkap di dalamnya. Turk, Kadang keirianku kambuh. Meski telah susah payah memenjarakannya. Aku iri melihat kawan-kawan yang sampai saat ini masih bergelut dengan kesukaan kami. Sedang aku sedang membuang diri ke tempat antah berantah seolah menebus kesalahan, sampai dihukum begini. Keputusanku enam tahun lalu itu memang bukan kesalahan. Saat itu, menurutku memang inilah yang terbaik. Aku masih sanggup tersenyum saat mengingat itu. (Setiap keputusan tentunya ada konsekuensi bersamanya) Meski kenyataannya hari-hari yang kulalui terasa berat. Diwarnai keluhan, tangisan, juga kerinduan. Namun sekarang, aku ingin membuat keputusan baru. Sebelum kebosanan bisa membunuh manusia. Belum terlambatkan, jika aku mulai dari awal. Meski bingun...

Tahun Pertama yang Dramatis

Gambar
Penyesuaian itu sungguh tak mudah, Ferguso. Rasanya seperti naik roller coaster seharian tanpa jeda. Belum lagi, secara tiba-tiba mendapati serangan dari arah yang tak disangka. Dan aku ke mana-mana harus memakai baju zirah, untuk bertahan hidup. Ternyata lawan itu bisa berbentuk apa saja dan siapa saja. *** Setiap hari adalah peperangan. Berperang dengan realita. Hari-hari yang tak pernah kuinginkan namun harus tetap dijalani. Berperang dengan diri. Nah, inilah drama baru dalam hidupku. Terlalu banyak tokoh antagonis, sempat membuatku lemah. Terus tokoh protagonisnya siapa? Tentunya [Aku], Ferguso. Kau tak perlu mendebatku soal ini. *** Setiap hari ditikam rindu. Bayangkan sakitnya, Ferguso? Mungkin kamu gak akan kuat. Biar si Dilan saja. Karena aku pun gak kuat. Rindu pada mereka, yang telah menjadi bagian diriku. Rindu pada sesuatu, yang merangkai mimpi, tawa, asa, kekuatan, kehangatan, rangkulan, feedback, dan setiap moment kebersamaan. Rindu itu, bagaim...

Menikah Itu Urusan Dunia dan Akhirat.

Gambar
Menikah itu bukan perkara suka sama suka atau soal cinta saja, lalu siap ijab qabul. Pernikahan itu perintah Allah yang dicontohkan Rasulullah. Pernikahan itu kendaraan. Bisa menuju Surga atau Neraka. Pernikahan itu ada pahalanya, namun ada juga dosanya. Maka dari itu, perlu pemahaman untuk menjalaninya. Dimulai dari niatan karena Allah. Lalu dijalani seperti yang Rasulullah contohkan. Sang istri melakoni sesuai fitrahnya begitu pula suami. Dan menikahlah, karena menikah itu adalah perintah Allah Ta'ala. Menikahlah, karena menikah adalah sunnah Rasulullah. Menikahlah, karena dengan menikah hati menjadi tentram. Menikahlah, karena dengan menikah banyak keberkahan di dalamnya. Menikahlah, karena menikah bisa dijadikan kendaraan menuju Surga. *** Penting bagi perempuan untuk memilih atau menerima laki-laki yang diharapkan bisa menjadi imam yang salih. Yang ketika bersamanya Surga terasa dekat. Perempuan adalah makmum yang harus patuh. Dengan penuh kerela...

H A R M O N I S A S I

Gambar
Harmonisasi Oleh: Suci Widyasari Tanjung I Apa sukarnya meminta maaf. “Maaf atas kebodohan mengartikan.” Apa payahnya mengucap Terima Kasih. “Terima Kasih atas pengertian yang diberi.” Ego yang menjadikan kita angkuh. Padahal ego akan binasa bersama hayat di kandung badan. Disebabkan kehormatan. “Bukankah, orangorang dihormati karena rendah hati, mengalah, menjauhi selisih?” Disebabkan kedudukan. Kita merasa di atas karena ada yang merasa di bawah, seharusnya kita saling menyatakan apresiasi. Pun di bawah takpatut untuk bersusah hati. Lalu karena apa kita berbangga hendak menang sendiri? “Hakikat pemenang sesungguhnya, saat ia mampu membunuh setiap nafsu yang tumbuh, nafsu ingin melebihi orang lain. Bukankah orang yang kuat yang menang dalam pergulatan akan tetapi orang yang kuat ialah yang mampu menahan hawa nafsunya saat marah." Maka tanyai hati. “Karena apa, pantaskah.” Apa karena amal. “Manusia tak berhak jadi juri, soal amal urusan kepada Tuhan, ...

Dear Ayah

Gambar
Dear Ayah, Rugi rasanya, kalau gak ada perdebatan diantara kita. Dan akhirnya saat situasi menegang, Ayah memilih untuk diam, padahal aku tau Ayah seorang pendebat sejati di forum. Aku si sulung yang keras kepalakan, Yah? Mirip Ayah? Iya, kata Ibu, aku yang paling mirip Ayah. Apalagi kalau soal ngotot, persis seperti Ayah. Tapi bagaimanapun, Ayah adalah orang yang sering aku mintai pendapat, apalagi soal perasaan, Ayah yang membantuku untuk berpikir logis. Supaya gak jadi korban oleh perasaan sendiri. Jangan sampai deh, seperti D'masiv- cinta ini membunuhku. Tragis, bukan? Ayah, meskipun kebersamaan kita dipenuhi perdebatan dan diskusi, namun Ayah seorang yang juga bisa kuajak bercanda. Dan gak melulu, penuh dengan keseriusan maupun candaan, malah kadang ada drama merajuk juga. Aku yang merajuk, nanti gantian Ayah. Nanti gantian aku lagi, ayah lagi, dan begitu seterusnya. Kalau ingat itu, aku bisa ketawa sampai guling-guling di lapangan basket. Moment with Ayah, ...

C e r i t a K a d a l u a r s a

Gambar
(Mungkin) lupa/terlupa/melupa kapan aku jatuh hati, waktu terus berjalan, bahkan berlari, meninggali. nyaris, kenangan yang ada di belakang, takdapat kukenali. wajahmu samar, beberapa rentetan kejadian hilang tak lengkap lagi di dalam ingatan. namun suatu hari nanti jika pertemuan memaksa bertemu (lagi) 'mau tak mau' kususun puzzle itu, merangkai satu, satu, menemukan yang seperlunya, meninggalkan pula yang sepatutnya. dan bila, pertemuan terus memaksa (kita) bertemu, kan kusambut dengan hati yang dipenuhi kelapangan, bukan maksud menyematkan secercah harapan atau sekadar mempersilahkan namun takpula ingin menolak sebuah kedatangan karena kita bukan lawan atau sepasang yang saling berkasih sayang. bukan apa, bukan kenapa. aku, kamu, adalah bohemian yang terus mencari jalan pulang, m a s i n g - m a s i n g. sesama pengembara agaknya saling pengertian, sebagai insan milik Tuhan. pertemuan (lagi), berarti harus suci, takmau nodai oleh rasa yang se...

Kepada Kota Seribu Kubah Kugantungkan Cita Hingga Langit-langitnya.

Gambar
dear tuan puan, tanah melayu, di kota seribu kubah, menjunjung tinggi adab, nilai-nilai islam adalah panduan dalam mengolah pikir dalam mencerminkan laku. adab tak beradab, tentulah beda elok rupa semata, tak cukup saja karena kita melayu, kita beradab, kita bersahaja. lalu? bukan berarti ilmu pengetahuan acuh tak acuh karena ia terus bertumbuh seperti pohon yang selalu diberi pupuk lagi disiram. duhai, tuan puan, beradab dan penuh pengetahuan ialah senjata yang harus diseimbangkan, agar kelak tak ada lagi pribumi yang menjadi budak di negeri sendiri. atau mengemis demi sepiring nasi. Jadi, biarkanlah kami belajar dengan nyaman, di tanah ini, kampung halaman tercinta. kami mengabdi.   (Kota Seribu Kubah, November 2017) Fenomena yang menjadi Kesenjangan. Kemajuan yang signifikan terlihat sangat pesat bagi yang tinggal di kota dibandingkan yang tinggal di daerah, masih banyak yang harus dibenahi, mulai dari infrastruktur, kecanggihan te...

Save Bumi dari Para Jombie

Gambar
Tatkala mulut tak ingin lagi berbicara. Apa kita bisu? "Sekalipun aku sadar,  kalau aku bukan orang baik,  namun aku tetap berusaha untuk berbuat baik." Bukan ingin mematahkan istilah "Diam itu emas" namun pembahasan yang satu ini adalah ketika ketidakadilan di hadapan,  ketika kekerasan terjadi di depan mata, ketika negeri api menyerang, lalu Aang harus segera minta bantuan sama avatar pendahulunya, untuk mengalahkan pasukan negeri api,  tapi kita bungkam. Diam seribu bahasa. Dengan dalih gak mau kepo dan bukan urusan saya, kerapkali justru membiarkan keburukan terus bertumbuh. Eh,  bukankah kebaikan dan keburukan juga bisa menular dan ditularkan? Sama seperti saat kamu sedang flu,  virusnya bisa menyebar,  menjangkiti orang di sekitar yang daya tahan tubuhnya lagi menurun. Seperti manusia yang bisa jadi jombie,  setelah digigit oleh jombie,  begitu seterusnya,  sampai lama-lama bumi ini dipenuhi oleh makhluk yang be...