Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berbagi Pengalaman

Balada Hijrahku

Gambar
  Dulu, saya paling anti pakai rok, ah, apalagi pakai rok panjang, bakalan jadi ribet njelimet, susah mau beraktivitas. Ke mana-mana suka pakai celana jeans yang modelnya pensil. Lebih santai, simpel, pokoknya lebih gampang juga buat dipadukan sama baju atasan apa saja. Biasanya, saya pakai kemeja yang panjangnya tanggung, sampai pinggul, tidak menutupi bokong, pakai kerudung tipis dan nerawang, serba ketat, serba kecil, serba-serbi kayak serabi, tapi nggak enak dilihat apalagi dimakan. Beruntung saya bertemu sama senior yang dengan susah payah menyesatkan, husttt, maksudnya menyesatkan ke jalan yang benar. Setiap kali berpapasan, diajak untuk ikut kajian, ikut diskusi, diarahkan untuk mentoring  atau istilahnya liqo’, (baca:sekumpulan beberapa perempuan dalam satu lingkaran untuk sama-sama belajar menambah pengetahuan agama).Dan ikut kegiatan-kegitan sosial, amal, dan ibadah lainnya. Setelah beberapa kali ikut liqo’ , keinginan untuk ikut-ikutan berhijab mulai muncul, ap...

Sempat Gamang. Akhirnya Nyemplung Juga Jadi Guru

Gambar
  Pahamify.com Jadi guru? Olala... Malah saya berencana setelah menyelesaikan S1 Psikologi mau melanjut S2. Jurusan Perkembangan. Saya suka belajar ilmu parenting. Sebagai bekal jika saya sudah menikah dan memiliki anak. Ibu Elly Risman termasuk tokoh yang saya kagumi. Ayah Edy juga, saya sering mengikuti chanelnya Indonesian Strong From Home. Seru sekali belajar mendidik anak dengan baik. Berharap setelah jadi psikolog, dinikahi seorang laki-laki lalu punya anak banyak dan saya bisa menerapkan ilmu yang saya peroleh selama S2. Rencana yang sempurna bukan? Hahaha... Jika saya ingat-ingat lagi mimpi saya ini, rasanya konyol sekali.   Namun jika kondisi tidak memungkinkan, saya akan berusaha mencari kerja, dengan posisi sebagai HRD atau yang berhubungan dengan SDM di sebuah perusahaan besar milik asing. Berharap akan mendapat gaji tinggi, kesempatan berkarir kejenjang yang lebih baik, kedudukan strategis, mapan, biar nantinya bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah modal h...

Ini Alasan Saya Berhenti Makan Nasi

Gambar
Sumber: Brilio.net "Mau diet ya?" "Duh, kurang langsing gimana lagi sih." "Nggak makan nasi entar sakit baru tahu!" Diawal saya agak kelabakan menanggapi berbagai komentar, kalau sekarang sudah bisa dibawa santai. Semua butuh proses dan biarkan hasil yang berbicara. Alasan Saya Tak Makan Nasi Alasan sederhananya karena saya sakit dan ingin sehat.  Sederhana sekali, kan?  lha jadi terbalik ya, kalau orang lain makan nasi supaya nggak sakit, kalau saya, karena ingin sehat maka saya berhenti makan nasi.  Jadi kenapa sih kita harus rutin makan nasi, setiap hari, pagi, siang, malam? Ayo kenapa?  Kenalan Dulu Sama Nasi Alasan pertama: Nasi termasuk golongan biji-bijian. Entah itu nasi putih, merah, coklat, maupun hitam, asal nasi tetap sama. Bedanya di kandungan gizi karena proses penanaman. Biji-bijian, kacang-kacangan merupakan makanan yang sulit dicerna apalagi oleh pencernaan yang sensitif, atau yang punya masalah GERD ( g...

Saat Ada Orang yang Tidak Menyukai, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Gambar
"Buk, saya sering diganggu kawan-kawan, mereka terang-terangan bilang nggak suka sama saya, saya harus gimana, Buk? Saya ngerasa semua jadi serba salah." Apa boleh buat, di bumi ini selalu ada mereka yang usil yang sukanya menjatuhkan bukan mendukung. Apa boleh buat, mereka yang suka mengkerdilkan orang lain selalu bertebaran di mana-mana. Sampai dunia ini berakhir barulah mereka berakhir. Tapi sebelum terlalu jauh membahas mereka, jangan-jangan kita juga bagian dari mereka, bisa jadi tanpa disadari melakukan hal yang serupa. Kitalah yang tahu persis siapa kitakan, Yun? Ini saatnya melihat diri sendiri, kejadian di alam semesta ini berlaku hukum sebab-akibat, jangan-jangan saat kita di dekatkan Allah dengan orang-orang yang buruk, barangkali itu adalah sebuah teguran. Bisa jadi. Dengan muhasabah kita akan menemukan bagian mana yang harus kita perbaiki. Fokus untuk pembenahan diri. Kita bisa mengendalikan pikiran sendiri, tapi tidak pikiran orang lainkan...