Postingan

Time

Hari berlalu, pagi berganti malam, pun malam sudah dua puluh empat tahun kini aku sudah tak bisa disebut belia amanah di pundak kupikul dengan bangga Waktu adalah sahabat bagiku, maka kumanfaatkan setiap kesempatan karena ia tak akan berjalan mundur, maka aku harus tetap menatap maju agar tak tergerus Selagi nyawa dikandung badan aku masih bernapas hidup sekali, hidup berarti tak ada yang sia-sia, maka aku harus jadi                                                                              _Momiji_                ...

Back

Alhamdulillah, Selamat pagi kota antah berantah. Hari ini adalah rabu 22 juli 2015. Setelah waktu libur lebaran Idul Fitri berakhir, ini hari pertama aku kembali bekerja. Semangat kata itu yang selalu ku azzam kan dalam hati. Hidup di perantauan selalu menyisahkan kenangan yang tak lekang oleh waktu tentang kehidupan yang dilalui sebelumnya. Semangat, kali ini aku telah berjanji untuk tak sering mengeluh. Mengingat kembali mimpi-mimpi yang telah kurancang dahulu sekali untuk menguatkan setiap kali aku ingin menyerah. Berpikir kembali untuk menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Aku telah melangkah sejauh ini, aku tak akan pulang tanpa membawa bintang. Bukankah kata-kata itu telah lama menjadi mantra bagiku? Seperti kisah tokoh-tokoh yng kubaca, meraih kebahagian dan keberhasilan setelah merasakan sulitnya hidup merantau, belajar banyak hal, punya pengalaman segudang. Akhirnya selalu happy ending hidup menebarkan kebermanfaatan. Ya, aku pun ingin demikian. Belajar memahami ban...

Nonton Assalammualaykum Beijing

Gambar
MenPlaz, 3 Januari 2015 Liburan selalu ditunggu-tunggu setiap orang, apalagi yang kerja di perantauan. Termasuk saya. Semenjak akhir Februari 2014 saya bekerja liburan adalah moment yang paling dinantikan. Berkumpul dengan keluarga dan para sahabat.          Jadilah aku, Riska, Nisa, Rara, dan Fida nonton “Assalammualaykum Beijing” di MenPlaz. Tiga januari dua ribu lima belas.   Saya yang pertama kali tiba di lokasi, sekitar sejam-an disusul Rara. Setelah beli lima tiket kami berdua memutuskan ke Gramedia-Gajah Mada, lebih tepatnya aku yang membujuk Rara untuk mengunjungi Gramedia. Makhlumlah di kota perantauan saya tak ada toko buku senyaman gramedia. Udah 10 bulan tak pernah baca buku baru. Menyedihkan. Sekitar setengah jam di gramedia. Buku yang paling ingin kucari ternyata stocknya habis. Buku Bimbingan Konseling. Akhirnya bolak-balik cari novel terbarunya Kang Abik dan Tere-liye. Senangnya tak terkira. Kontan hijau mataku mel...

Sebelas Maret 2014

“Anakku, di dunia ini ada banyak cinta, yang jika kita tidak memahami hakikat sebenarnya, ia akan mencipta sedih untuk hidupmu.”             Anak muda tak sedikit mengalami kedukaan panjang dalam menjalani hubungan yang mereka sebut sebagai jalinan kasih. Berkali-kali terluka hatinya, menderita perasaan, mungkin karena ditinggalkan pujaan hati, mungkin cemburu yang membabi buta, mungkin karena rindu yang selalu ingin dilampiaskan, ada banyak perkara menyakitkan ketika menjalani hubungan yang tidak dilandasi pemahaman yang baik dalam bercinta. Anakku, cinta yang tak didasari sesuatu yang kuat ia akan tumbuh rapuh, sebentar saja. Adalah Allah sebagai sesuatu yang kuat itu, menyintai apa pun harus karenaNya. Seiring berjalannya waktu kau akan memahami. Dibutuhkan ketenangan hati dalam menyikapi setiap perasaan yang tumbuh, kau tak perlu membunuhnya, karena banyak orang yang ingin menjaga hatinya dengan menikam setiap perasaan...

Dua Puluh Enam Oktober 2014

Tiada kesedihan yang menetap, juga bahagia yang selalu bertahan. pagi ini langit cerah sekali, berwarna biru keputih-putihan, burung gereja berdiskusi membuat formasi, cantik. seorang murid datang kepadaku bertanya, “Bu, mana yang paling utama ketenangan atau kebahagiaan?” “Ketenangan dan kebahagiaan bisa kita ciptakan sendiri. Mana yang lebih mudah kau ciptakan, anakku? Setiap kita punya kebutuhan yang berbeda. Kedua-duanya adalah utama sesuai kita.    Momiji

Petualangan di Kota Seribu Kubah

Tedeng aling-aling, setelah berpikir panjang akhir januari  aku tiba di kota ini. Membawa jutaan rasa, bergejolak, ntah apa namanya. Keesokan harinya, dapat surprise dari Ayah. Sekitar pukul 09.00 pagi beberapa teman Ayah dan teman sewaktu kecilku diundang ke rumah untuk makan bersama. "Suci udah mandi?" tanya Ayah semangat. "Belum Yah, kenapa Yah?" jawabku agak heran.  "Cepat mandi, sebentar lagi kawan-kawan Ayah datang dan tadi Ayah udah minta Desi juga datang" jawab Ayah sambil menyulap ruang tamu jadi ruang makan. Tanpa berpikir panjang kutarik handuk berlari ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi terdengar sayup sayup suara di teras depan rumah ada orang tengah bercakap-cakap sesekali ketawa. Bergegas kuselesaikan mandiku. Di ruang tengah sudah ada beberapa teman kerja Ayah, seorang teman masa kecilku yang tinggal di belakang rumah pun ikut membantu istri Ayahku  menghidangkan makanan. Ayah memintaku untuk segera bergabung. Rupanya, acara ini ...

Di 5 Oktober 2013

Gambar
Add caption 5 oktober 2013 Pernahkah mematung seketika, di dalam kerumunan lalu seperti diantara consius-unconsius? Tatapan saling beradu. Hanya melihat, tanpa ekspresi. Lalu seperti tersadarkan, segera kualihkan pandangan ke arah lain. Berjalan pelan menjauh. Kuatur kembali napas satu-satu. Teman-temanku mempersilahkanku duduk di antara mereka. Dan aku masih dalam kondisi yang tak sedang berpikir apapun. Duduk diam. Setelahnya, wajah itu lenyap tak dapat kuingat lagi, yang tersisa hanya ia seorang yang berkaca mata, berkulit bersih, tubuhnya proposional. Syukurnya tak ada bayangan wajahnya yang tinggal. Walaupun kejadian itu tak mungkin terlupa. Setidaknya, perjuanganku menjaga hati hanya sedikit tergoyah. Dari dua minggu yang lalu, Aku dan teman-temanku sudah tak sabar lagi menanti kedatangan penulis besar negeri tercinta ini. Novelis sekaligus seorang ustadz yang karyanya sebagai salah satu instrumen dakwah Beliau. Novel-novelnya sangat menginspirasi dan mampu memb...