Waktu Berharga Pengasuhan Anak
1.
7 tahun pertama (0-7 tahun)
Perlakukan
anakmu sebagai raja. Zona merah – zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.
2.
7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan
anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang. Zona kuning – zona hati-hati dan
waspada. Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci
piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang
bermanfaat bagi masa depannya.
3.
7 tahun ketiga (14-21 tahun)
Perlakukan
anak seperti sahabat. Zona hijau – sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.
4.
7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan
sebagai pemimpin. Zona biru – siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah. Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.
Siapkan anak untuk menikah. Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.
***
Anak
perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki
lebih lambat. Keseimbangan otak kanan
dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun,
sedangkan anak perempuan sudah cukup
seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya?Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur
seperti itu.
“Laki-laki dipersiapkan untuk jadi
pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan
explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil
keputusan dengan tenang dan tepat.Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi
pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.”
Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan
suara Ayah . Karena suaranya bas, empuk dan enak didengar. Kalau suara Ibu
memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak
sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahi. Solusinya, ibu
bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. Suara perempuan itu enak didengar jika
digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.
Cara
berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1)
Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2)
Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang
ekor.
3)
Sambil mengusap kepala.
Dengan
sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya
tumbuh subur. Mudah-mudahan bisa bermanfaat. Silahkan di share agar lebih
banyak yang mengetahui.
Sumber: Ukhwah ODOJ
Komentar
Posting Komentar